GEREJA DAN POLITIK

(Sketsa Intervensi Politik Kolonial Belanda Dalam Kehidupan Gereja Akhir Abad XIX-Awal XX di Minahasa)

 oleh

Yohanes Burdam

Staf Pengajar Jurusan Sejarah Universitas Negeri Manado

INTISARI

Tujuan utama dari tulisan ini adalah memberikan gambaran dan realitas sejarah atas intervensi politik kolonial Belanda dalam Kehidupan Gereja Protestan di Minahasa pada akhir Abad XIX-Awal XX.

Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural. Teknik analisis data hasil tulisan ini merupakan teknik sejarah, generalisasi dan kategorisasi data/fakta sejarah, kemudian melalui analisis, interpretasi dan penulisan (historiografi ) fakta sejarah sesuai masalah yang dikaji.

Perkembangan konflik otonomi gereja di Minahasa, tidak saja berkaitan dengan keadaan gereja itu, tetapi juga terkait dengan kondisi umum pergerakan kebangsaan Indonesia, pada paroh pertama abad ke-20. Keterkaitan itu, nampak jelas dalam wawasan politik kebangsaan Indonesia, yang ada pada diri tokoh pemimpin konflik tersebut. Mereka menolak kekuasaan gereja, yang didominasi oleh pihak Indische Kerk. Akibat, dari wawasan tersebut, maka persoalan interest kelompok dalam tatanan gereja di Minahasa, semakin tajam dipertentangkan, dan sulit diselesaikan lewat pendekatan gerejawi, tetapi harus melalui pendekatan politik. Hal yang terakhir ini, yang tidak mungkin diwujudkan ketika itu, karena pemerintah kolonial Belanda, sangat kuat mempertahankan eksistensinya sebagai penguasa di Indonesia. 

 


Kata kunci: Realitas sejarah, intervensi, Kolonial, Politik, Gereja

Iklan